Tuesday, September 17, 2013

Kau adalah orang yang tepat meski datang terlambat


#tulisanduet : Boy Candra - Ade Murni  [@AdeMurni23]

-          @dsuperboy

Bukan cinta yang salah. Hanya saja ia datang disaat yang tidak seharusnya. Saat rindu sudah memiliki tempat bersandar. Saat kamu sudah menjadi bunga berpagar. Dan waktu membuat kita bertemu di dua mata yang saling jatuh hati. Dua rasa yang saling memilih mimpi. Aku memimpikan bisa bersama denganmu. Kurasa, kamu juga memiliki rasa yang sama. Karena aku bisa melihatnya dari tatap matamu. Karena aku bisa merasakannya dalam bisik mesramu.
Namun rindu tak selalu menyenangkan. Ada rasa yang tak bisa terjelaskan saat aku memikirkanmu di antara ingatan yang masih bersamanya. Ada gagu yang mencium bibirku di saat doa menasbihkan namamu, padahal aku telah terbiasa menyebutkan namanya.
Aku tak tahu harus bagaimana. Karena sesungguhnya tak ada cinta yang salah. Tak ada rasa yang harus mengalah. Meski akan ada pipi yang basah di akhir kisah.
Kau begitu mempesona membuat dadaku bergetar tak berirama. Ada degup yang tak teratur. Ada cinta yang terlanjur. Tapi semuanya tak bisa berjalan begitu saja. Di sana ada seseorang yang memagut dada, jika dia tahu apa yang kita rasa. jika ia mendengar apa yang telah kita pagarkan.
Kini. Aku memilih menjalani ini bersamamu. Menjadi rahasia di antara doa-doamu. Menjadi rindu manja di dalam pelukanmu dengannya. Entah bagaimana menjelaskannya pada hati yang terluka. Hati dia yang sesungguhnya mencintaiku seutuh dada. Hati dia yang tak tahu kalau manusia yang ia cinta sedang bermain rasa dengan hati yang lain. Seketika ada sesak yang terasa saat semua ingatan tentangnya menjelma bersama bayanganmu yang sedang memeluk rindu. 

Entah siapa yang harus disalahkan. Entah waktu, entah juga rasa yang membelenggu hatiku ini terhadapmu. Hatiku terlanjur merasakan nyaman saat bersamamu. Jiwaku terlanjur merasakan tenang saat menatapmu. Bahagia ini terlanjur menjadi-jadi dalam hariku, karenamu.
Ada rasa bersalah yang teramat sangat aku rasakan ketika aku bersamanya. Setiap hal yang aku lewati bersamanya selalu terselip pikiran tentangmu. Hatiku  berbisik, andai saja aku melewatinya bersamamu mungkin akan lebih menyenangkan. Dan aku juga merasa sangat bersalah pada seseorang yang kini sedang bersamamu. Egois! mungkin itu pantas ditujukkan padaku. Dan aku bingung memilih mana yang lebih baik membohongin diri atau orang lain saat ini. Aku terlanjur lelah untuk berpikir.
Salahkah aku melakukan ini terhadapnya? Tentu salah jawabmu. Sangat salah. Tapi, apakah harus mencari-cari alasan untuk menjelaskan bahwa kamu benar orang yang membuatku sangat teramat merasa nyaman? Apa perlu aku memikirkannya berkali-kali? Jika semua hal yang aku lakukan denganmu benar membuat hati tenang.
Benar. Di hatimulah yang menjadi tempatku selalu ingin pulang dari semua hal yang membuatku penat . Cukup perhatian kecil darimu, cukup sapaanmu. Cukup hanya itu. Dan aku ingin selalu pulang ke rumah hatimu. Tanpa ada sekat yang membuatku terhenti di depannya. Tanpa ada rantai yang mengikatku dari luar. Apa bisa seperti itu? Di atas nama  dia yang mencintaiku, aku menyayangimu. 

-         @ dsuperboy
Tapi bukankah semua telah menjadi rencana Tuhan? Layaknya hujan yang turun ke bumi, daun yang berguguran, salju yang bertaburan, juga luka dan cinta. Semuanya telah menjadi rencana Tuhan. Termasuk kita. Percayalah!
Tak perlu menyalahkan siapa-siapa. Meski pada kenyataannya tetap saja luka tak bisa menyamarkan wajahmu. Tetap saja dia-nya aku, dan dia-nya kamu menjadi sendu. Namun cinta terlanjur membelenggu. Terlalu indah untuk kita lupakan, meski tak terlalu mudah untuk terus merasakan. Dia terlanjur dulu di hidupmu. Dan dia juga terlanjur memiliki tubuhku.
Kau harus percaya; bagaimana pun cinta tak pernah salah, kadang cinta memang harus memilih menyerah atau membuat hati yang  lain,  patah.
Aku memilihmu – meski masih bersamanya. Karena aku percaya, kau adalah orang yang tepat meski kita dipertemukan terlambat.

Monday, September 16, 2013

Untuk perempuan di Sabtu sore kemarin.



Kesini. Dekatkanlah telingamu! Aku ingin bercerita beberapa hal kepadamu, tentang dirimu, dan kenapa aku masih saja bertahan untuk memperjuangkan kamu. Untuk bisa menjadi pantas mendampingimu.

Kau tau? Bagiku kau adalah perempuan yang meneduhkan. Kau adalah perempuan yang membuatku merasa utuh, meski kadang tak jarang hujan pun meruntuh di dadaku. Saat cinta yang ku jaga ternyata tak kau rasa. saat rindu yang ku punya hanya terpendam dan menua.

Tapi tak apa. Sekali lagi bagiku kau adalah perempuan yang meneduhkan. Meski akhir-akhir ini jarang kita bertemu. Kau sibuk dengan duniamu dan aku sibuk dengan rinduku. Kau berjalan dengan segala senyummu, aku berjuang untuk membuatmu  kelak percaya. Aku adalah lelaki yang pantas bersamamu.

Di dadaku masih selalu mengalir rindu; menujumu dan tak pernah merasa jemu. Karena sebagai manapun kamu; sekali lagi, bagiku kau perempuan yang meneduhkan.

Mungkin kau bertanya; kenapa kau masih saja menunggu, saat diabaikan?

Bagiku mencintaimu tak pernah melelahkan. Karena aku percaya saat mencintai, kita hanya perlu memberi hati, tanpa perlu berharap lebih dari apa yang kita beri. Aku memberikan hatiku padamu, dan aku tau, kau belum tentu membalas hati padaku. Namun tak mengapa, karena begitulah mencintai sesungguhnya.

Kau tau?
Kau adalah perempuan yang menjadi alasan kenapa aku tidak mencintai perempuan lain.

Monday, September 9, 2013

coming soon





Halo, teman-teman.

Bang boy kapan novel lu terbit bang?

Pertanyaan itu salah satu hal yang menjadi semangat saya menulis. Dan ... Insyaallah dalam waktu dekat ini, pertanyaan itu akan terjawab, (mohon doa-nya, teman-teman). Saat ini novel pertama saya sedang dalam proses terbit oleh penerbit Wahyumedia.

Kabar terbaru dari editor novel saya, bang @Andri_Nastar.  Saat ini novel saya sedang dalam proses Layout, dan tahap editing akhir.

Untuk judul novel saya yang akan terbit, masih dirahasiakan. Nanti juga akan dikasih tau. :D 

Berikut saya tuliskan beberapa qoute yang ada dalam novel saya, yang juga sudah di tweetkan oleh bang @Andri_Nastar .


Kamu harus memilih, menetapkan hati, jangan pulang ke belakang, jika kamu tak ingin menemukan luka yang sama

***

Kadang kita harus berani memutuskan untuk jatuh cinta pada orang baru agar kita tak menjadi sesuatu yang terjebak dalam masa lalu

***

Kenapa ada yang patah hati, lalu bunuh diri? Yang membunuh, orang yang bunuh diri, bukan rasa patah hatinya. Tapi kebodohannya.

***
Jatuh hati, memang membuat kamu harus menahan hati, tapi percayalah, tak ada jatuh hati yang membuat orang mati

***
Semua benda memiliki kenangan! kamu harus bisa menempatkannya. Menyimpannya. Dan kembali menemuinya saat kamu merasa rindu
***

Orang yang jatuh cinta selalu bisa menikmati momen memerhatikan orang yang ia jatuh cintai dengan cara-cara yang tak biasa.
***
Saat seseorang pergi, sesungguhnya ada rindu yang akan kita rasakan. Rindu yang tak bisa dibeli dengan apa pun.
***


Sebenarnya masih banyak banget qoute yang ada dalam novel saya, dan tak mungkin saya tuliskan semuanya di blog ini. semoga Novel saya bisa segera terbit dan bisa bertemu dengan kalian. Oleh karena itu, saya mohon doanya agar semuanya berjalan lancar. Amin.

Friday, September 6, 2013

aku ingin mencintaimu tanpa patah




di sini.
ada rintik yang  merintih. ada rindu yang tertatih.

“aku ingin menemukanmu dalam kangen-kangen yang berdoa. Aku ingin memelukmu dalam rindu-rindu yang manja.”

di setetes hujan yang menari. ada dingin-dingin yang berpeluk sepi. ada dada yang menahan rasa.  ada kita yang terus berpura-pura.

“saat kau semakin menjauh, sesungguhnya kau membuat yang utuh menjadi runtuh. Saat kau memilih jenuh. Sesungguhnya kau merusak yang penuh menjadi rapuh.”

di sore yang basah; aku ingin mencintaimu tanpa  patah.

Sunday, September 1, 2013

seperti kita




Rilakan saja kisah yang telah patah. Memisahkan dua hati yang kini nyatakan kalah. Memisahkan dua sepi yang kini memilih mengalah. Memilih menyerah.  Seperti hujan yang jengah; basah di setiap pagi. Seperti rindu yang gundah. Resah saat kau pergi.

Aku memilih menuai sepi. Karena bagiku mencintaimu memang tak perlu tepi. Seperti matahari menciumi pagi. Seperti senja yang tak pernah lelah menari. Meski luka adalah hal yang tak pernah lepas dari ejaan napas.  

Aku juga tak pernah lelah memahami. Kenapa rindu dan sepi adalah dua kekasih yang tak bisa lepas pergi. Seperti kamu yang tak pernah ingin ku lelahi. Seperti aku yang tak bisa memiliki. Seperti kita yang tak juga memastikan hati.



                                                                                                                                Frappucinno. 1 sept 2013