Saturday, May 9, 2015

Menunggu Kelahiran Senja, Hujan, dan Cerita Yang Telah Usai.



Senja, Hujan, dan Cerita yang Telah Usai.



Halo teman-teman pembaca. Saya ingin memberi tahu kabar buku terbaru saya yang akan segera terbit. Ya, ini sekaligus buku keempat saya. Seperti biasa, setiap menerbitkan buku, selalu ada pertanyaan: apa ini novel seperti Origami Hati, atau kumcer seperti Setelah Hujan Reda? Jawabannya: tidak. Buku keempat saya ini (sekaligus buku non fiksi kedua) konsepnya seperti buku Catatan Pendek Untuk Cinta YangPanjang. Sehimpun tulisan perasaan. Jika pada Catatan Pendek Untuk Cinta Yang Panjang. Saya menulis tentang jatuh cinta hingga move on kembali. Pada buku ini, saya menulis tentang banyak hal yang pernah dilalui  dalam menemukan makna cinta pada diri sendiri. Sesuatu yang akhirnya dinamai masa lalu.

Tanpa kita sadari, selalu ada hitam-putihnya kenangan. Selalu ada pahit dan manisnya masa lalu. Buku ini saya persembahkan untuk orang-orang yang pernah dilukai, hingga susah melupakan. Untuk orang-orang yang pernah mencintai namun dikhianati. Juga yang pernah mengkhianati, lalu menyadari semua bukanlah hal baik untuk hati. Kepada orang yang jatuh cinta diam-diam, suka pada sahabat sendiri, tidak bisa berpaling dari orang yang sama dan hal-hal yang lebih pahit dari itu. Saya pernah ada di posisi kamu saat ini. Mari mengenang, tapi jangan lupa jalan pulang. Sebab setelah tualang panjang ke masa lalu, kamu harus menjadi lebih baik. Dan mulailah menata rindu yang baru. Katakan kepada masalalu; kita telah usai.

Dalam buku yang saya beri judul: Senja, Hujan, dan Cerita Yang Telah Usai, saya membagi menjadi tujuh bagian: 1. Hujan dan Hal yang disimpan. 2. Senja yang Manja dan Luka yang Membalut Dada.   3. Terima kasih Pernah Ada, meski Sekadar Rahasia. 4.  Kepada Seseorang yang Betah Dalam Ingatanku, Meski Kamu Tidak Kubutuhkan Lagi. 5. Semakin Aku  Cinta Kamu, Semakin Kita Saling Menusukkan Pisau. 6. Kepada Diriku Sendiri; dengarkan ini dengan baik-baik. 7.  Sebab, Kini Kamu Telah Denganku, Kenangan Lalu Biarlah Sebagai Masa Lalu.

Satu hal yang saya yakini saat menulis buku ini adalah tak ada cerita yang benar-benar usai, meski sudah kamu anggap selesai. Namun sepahit dan semenyedihkan apa pun masa lalu, ia hanyalah masa lalu. Sesuatu yang tertinggal di kepala, namun tak lagi bersedia menjadi kita. Mari mengenang, lalu katakan kepada masa lalu; kita adalah cerita yang telah usai. Meski selalu ada yang tak pernah selesai.  

Selamat menunggu!



17 comments:

triaryo icksan said...

Lanjutkan baaaang!!

Susilawatii Suardi said...

Pernah dilukai lalu susah melupakan.
Pernah mencintai namun dikhianati.

kita adalah cerita yang telah usai. Meski selalu ada yang tak pernah selesai.  
*BoyCandra

lia ekki said...

Uda... bener2 ga sabar pengen baca bkunyaa ...

thy whiey said...

Semoga aku punya ini 👫

kumpulan cerita said...

Tak semua meninggalkan masalalu itu baik, hanya saja waktu yang ada di masa sekarang terkadang sengaja kembali menguak ke masa lalu, masa yang seharusnya tak kan pernah di ungkit hanya untuk menghancurkan masa yang indah.

Adittya Regas said...

Semoga ada give away nih #ngarep
Salam kebal mas boy

Rahmi Damayanti said...

Pertama kali baca buku boychandra "cerita pendek untk cinta yg panjg". Dan stlah itu sy jath cint dngan tulisan2x. Menginspiratif hati yang luka, melebarkan nafas dari kata menunggu. Smg yg stu ini smkin menggugah.

melitha adza said...

Jd ga sabar Pengen cepet punya & baca buku'a bang.. :)

Retno Fujiati said...

Kapan terbitnya bangg? Udah ga sabarr.

Nanda Sri Hayani said...

Tak sengaja melintas di blog abang, scroll ke bawah aku berenti pada satu postingan, ada sebuah luka yang kembali sedikit menganga saat aku membacanya. Ah iya, aku tersadar bahwa luka dulu tak pernah benar-benar sembuh, hanya tertutupi tapi tak kunjung sembuh. Sama halnya seperti yang bang Boy bilang,
"kita adalah cerita yang telah usai. Meski selalu ada yang tak pernah selesai"

z hariz said...

Apa buku ini sudah terbit ? Please info. Trims

ynis said...

sudah pesan ke toko buku online, tapi kosong dari penerbitnya. terpaksa harus berburu di toko buku konvensional nih...

Siti Paojiyah Fuad said...

senja, hujan dan cerita yang telah usai
cerita yang sama sepertiku, aku sering menyebutnya senja, pun dia sering menyebutku bersama hujan..
pernah dia update seperti ini ketika kami sudah berpisah; "Kau dan Hujan, tetaplah tidak tahu"

Weddy Sukmana said...

Keren :')

Ivan Rachman said...

beli beli ach...

Asahy Baidha said...

Dmn sya bsa bli bkunya? Bsa psen kah?

Asahy Baidha said...

Dmn sya bsa bli bkunya? Bsa psen kah?