Friday, August 28, 2015

Info Pre-Order Novel Sepasang Kekasih Yang Belum Bertemu.






·     Pre-order #SepasangKekasih dibuka tanggal 29 Agustus (00.01 WIB) sampai dengan 6 September 2015 (ditutup pukul 23.59 WIB)
·     300 pembeli pertama mendapatkan buku #SepasangKekasih pre order edisi tandatangan asli Penulis  dan bonus magnet stiker,
200 pembeli berikutnya mendapatkan edisi bertandatangan non bonus, selebihnya mendapatkan edisi non ttd dan non bonus.

Hanya ada dua toko buku online untuk pemesanan khusus ini:

1.      @Bukabuku (http://www.bukabuku.com/ ) Kontak: SMS/WA: 089-888-999-50. PIN BB: 5330-3675. LINE: bukabuku.

2.      @buku-plus ( http://www.buku-plus.com/ )  Kontak: PIN BB 27C4D7F8 Line  SMS/WA 0896 2851 9266

Selamat belanja buku #SepasangKekasih!


Novel Sepasang Kekasih yang Belum Bertemu.

Halo teman-teman pembaca, kali ini saya mau kasih kabar perihal kelahiran buku kelima saya. Silakan simak di bawah ini, ya.



Judul               : Sepasang Kekasih Yang Belum Bertemu.
Penulis            : Boy Candra
Penerbit          : media kita
Kategori          : Novel Fiksi
Tebal               : 220 halaman.
Rencana Terbit: September 2015

    


Sinopsis:

"Ada banyak hal yang tak pernah kuceritakan kepadamu, perihal betapa sakitnya masa lalu yang pernah singgah di dada. Bukan karena apa-apa, bagiku menceritakan masa lalu hanyalah akan membuatmu merasa aku masih berharap padanya. Padahal tidak. Semenjak memilih untuk menjadi bagian dari hidupmu, aku sudah mengikhlaskan dia selamanya. Meski kami berakhir bukan karena ingin aku dan dia. Namun, ada hal yang tak dapat kami tembus. Nanti akan kuceritakan perihal itu kepadamu, nanti pasti akan kuceritakan.

Kali ini aku hanya ingin meyakinkan kamu lagi, bahwa cinta kita memang tak pernah  salah. Meski tak banyak orang yang bisa menjalani hubungan begini. Namun, kepadamu, Wulan Sari,  aku telah jatuh hati sedalam ini. Dan, aku ingin kamu menjaga hatiku yang jatuh agar tumbuh dan utuh bersama hatimu."

“Bagaimana mungkin kamu bisa menyebutnya cinta, padahal kalian belum pernah bertemu?” Pertanyaan itu memang tak pernah bisa kujawab kepada teman-temanku. Namun, tahukah kamu, sungguh aku ingin meneriakkan ke telinga mereka. “kalian terlalu sempit mengartikan cinta.” Mereka terlalu sempit mengartikan apa yang kita rasa.

***


Novel ini sudah bisa dipesan PRE-ORDER mulai 29 Agustus – 6 September 2015  di toko buku online kesayangan kamu, diperkirakan masuk toko buku sekitar pertengahan september 2015.


Salam,

Boy Candra

Thursday, May 21, 2015

Hatimu yang Dengan Penuh Kucintai.




Kepada kamu yang membuat aku jatuh hati dan memilih berhenti mencari. Mungkin saja esok kita merasa lelah dan jenuh dengan semua yang kita jalani. Bisa jadi kamu bertemu dengan orang baru yang mungkin terlihat menarik daripada aku. Atau aku yang tiba-tiba bertemu dengan seseorang yang berbeda dari dirimu, dan suka padanya. Kita mungkin saja ada di fase seperti itu. Berada pada titik ingin merasakan hal baru. Ingin menjalani sesuatu yang bisa saja terlihat lebih merayu.

Namun, pahamilah, saat memilih saling jatuh hati kita sudah meniatkan dan bersepakat untuk berhenti mencari. Ingat-ingat lagi, bagaimana panjangnya perjalanan yang telah kita lalui. Berapa banyak hal pernah kita lewati. Lalu, jika saat ini ada hal baru, yang bisa jadi hanya penguji rasa di dada. Akankah kamu menyerah begitu saja? Bukankah kita selalu percaya; cinta jauh lebih kuat dari apa saja.

Marilah mendekat untuk mendekapku lagi. Pelan-pelan kuatkan lagi janji-janji yang mungkin kendur sebab ambisi. Kita rekatkan lagi perasaan-perasaan yang mulai dingin dan pucat pasi. Sebab, kita sudah memilih saling jatuh cinta. Maka, selayaknya bertahan dan kembali saling menjaga. Hatimu sudah menjadi bagian dari apa saja yang aku gelisahkan. Begitu pun dengan hidupku, sudah menjadi pengisi hari-harimu. Hal-hal yang tak pernah ingin lepas dari apa saja yang kau hadapi. Senang dan sedihmu.

Semoga kamu mengarti, bahwa dengan tetap mencintai dan bertahan padamu aku merelakan banyak hal terlewati. Namun aku tidak pernah menyesali, sebab bersamamu hal sederhana pun bisa terasa lebih berarti. Jangan berniat pergi lagi. Hatimu sudah terlanjur menjadi hal yang dengan penuh kucintai. Kita adalah dua orang yang sama-sama berjuang melawan rayuan. Bukan kamu saja yang sedang memperjuangkan. Aku pun juga selalu mengabaikan perasaan lain yang datang kepadaku. Perasaan yang mungkin saja membuatku melepaskanmu jika mengikutinya. Namun, aku tidak pernah memilih membiarkannya hidup berlama-lama dalam kepalaku. Sebab, aku sudah memilihmu dan selalu ingin berhenti mencari cinta yang baru.



BoyCandra | 21/05/2015

Tuesday, May 19, 2015

Edisi TTD buku Senja Hujan dan Cerita yang Telah Usai.

flayer promo media kita



Mengenai penjualan khusus edisi buku bertanda tangan Senja, Hujan, dan Cerita yang Telah Usai akan dimulai tanggal 20-27 Mei 2015.

Berikut daftar toko buku yang menjadi penyelenggara program ini:

1. Bukabuku (bukabuku.com | @bukabuku)
2. Bukukita (bukukita.com | @bukukita)
3. Parcelbuku (parcelbuku.net | @ParcelBuku)
4. Buku-buku laris (bukubukularis.com | @bukubukularis)
5. Bukuplus (buku-plus.com | @buku_plus)
6. Inginbuku (inginbuku.com | @inginbuku_)

Edisi khusus (bertanda tangan) hanya bisa didapatkan di toko buku online yang sudah dipilih di atas. Silakan pesan di salah satu toko buku online yang sudah ditentukan. 

Buku Senja, Hujan, dan Cerita yang Telah Usai  edisi bertanda tangan ini jumlahnya terbatas. Pastikan kamu tidak terlambat memesannya! 

Buku ini dijadwalkan akan edar di gramedia /toko buku se-Indonesia mulai Juni 2015.


Jika ada yang ingin ditanyakan mengenai promo khusus ini, silakan hubungi: 0815-1307-1617 (Tika)
Terima kasih

Saturday, May 9, 2015

Menunggu Kelahiran Senja, Hujan, dan Cerita Yang Telah Usai.



Senja, Hujan, dan Cerita yang Telah Usai.



Halo teman-teman pembaca. Saya ingin memberi tahu kabar buku terbaru saya yang akan segera terbit. Ya, ini sekaligus buku keempat saya. Seperti biasa, setiap menerbitkan buku, selalu ada pertanyaan: apa ini novel seperti Origami Hati, atau kumcer seperti Setelah Hujan Reda? Jawabannya: tidak. Buku keempat saya ini (sekaligus buku non fiksi kedua) konsepnya seperti buku Catatan Pendek Untuk Cinta YangPanjang. Sehimpun tulisan perasaan. Jika pada Catatan Pendek Untuk Cinta Yang Panjang. Saya menulis tentang jatuh cinta hingga move on kembali. Pada buku ini, saya menulis tentang banyak hal yang pernah dilalui  dalam menemukan makna cinta pada diri sendiri. Sesuatu yang akhirnya dinamai masa lalu.

Tanpa kita sadari, selalu ada hitam-putihnya kenangan. Selalu ada pahit dan manisnya masa lalu. Buku ini saya persembahkan untuk orang-orang yang pernah dilukai, hingga susah melupakan. Untuk orang-orang yang pernah mencintai namun dikhianati. Juga yang pernah mengkhianati, lalu menyadari semua bukanlah hal baik untuk hati. Kepada orang yang jatuh cinta diam-diam, suka pada sahabat sendiri, tidak bisa berpaling dari orang yang sama dan hal-hal yang lebih pahit dari itu. Saya pernah ada di posisi kamu saat ini. Mari mengenang, tapi jangan lupa jalan pulang. Sebab setelah tualang panjang ke masa lalu, kamu harus menjadi lebih baik. Dan mulailah menata rindu yang baru. Katakan kepada masalalu; kita telah usai.

Dalam buku yang saya beri judul: Senja, Hujan, dan Cerita Yang Telah Usai, saya membagi menjadi tujuh bagian: 1. Hujan dan Hal yang disimpan. 2. Senja yang Manja dan Luka yang Membalut Dada.   3. Terima kasih Pernah Ada, meski Sekadar Rahasia. 4.  Kepada Seseorang yang Betah Dalam Ingatanku, Meski Kamu Tidak Kubutuhkan Lagi. 5. Semakin Aku  Cinta Kamu, Semakin Kita Saling Menusukkan Pisau. 6. Kepada Diriku Sendiri; dengarkan ini dengan baik-baik. 7.  Sebab, Kini Kamu Telah Denganku, Kenangan Lalu Biarlah Sebagai Masa Lalu.

Satu hal yang saya yakini saat menulis buku ini adalah tak ada cerita yang benar-benar usai, meski sudah kamu anggap selesai. Namun sepahit dan semenyedihkan apa pun masa lalu, ia hanyalah masa lalu. Sesuatu yang tertinggal di kepala, namun tak lagi bersedia menjadi kita. Mari mengenang, lalu katakan kepada masa lalu; kita adalah cerita yang telah usai. Meski selalu ada yang tak pernah selesai.  

Selamat menunggu!



Monday, April 27, 2015

Menjadikanmu Teman Berbagi.



Beri aku waktu untuk memahamimu, untuk mengerti kamu. Agar apa-apa yang telah kita jalani tak berakhir sia-sia. Aku hanya belum mampu sepenuhnya menerjemahi apa saja yang kamu ingini. Hal-hal yang terkadang seringkali membuat aku salah dan kita salah paham. Sesungguhnya aku tidak pernah ingin kau sedih. Tak ada sedikit pun niat hati untuk menyudahi semua yang kita perjuangkan menjadi sia-sia. Aku ingin kita tetap menjadi kita. Dua orang yang terus belajar saling memahami dan memilih untuk bertahan tanpa pernah ingin pergi.

Jangan marah-marah melulu. Sungguh semua ketidaksediaanmu membuatku takut kehilanganmu. Aku takut kita menjadi dua orang saling menyakiti. Aku takut semua yang kita perjuangkan menjadi hal yang membunuh semua mimpi. Yang aku inginkan, aku kau beri kesempatan untuk terus bersamamu. Jika salah menerpaku semangatlah mengingatkanku. Juga jika semua itu terjadi kepadamu, terimalah dengan senang hati apa yang aku sampaikan kepadamu.

Aku hanya ingin kita tetap baik-baik dalam cinta yang baik. Meski mungkin bukan pasangan terbaik, kita tidak seharusnya menjadikan kisah ini cerita terburuk. Yakinkan dirimu bahwa hanya aku manusia yang menginginkanmu. Pahami dengan hati, kita terlahir untuk saling belajar memahami. Kita ada untuk menjaga apa saja yang kita jadikan rencana. Mari saling menguatkan, jika salah satu di antara kita mulai lemah. Mari saling mengingatkan, jika salah satu di antara kita salah.

Jangan menunda-nunda mengingatkan. Tak ada gunanya membuat salah satu di antara kita menerka-nerka tanpa pernah sadar apa yang menjadi penyebab segala luka. Jika kau merasa tersakiti, katakan saja dengan sejujurnya. Barangkali aku tak menyadari apa yang aku perbuat adalah hal yang menjadikan hatimu sedih tak terlihat. Jangan memendam luka, sebab bisa saja tumbuh menjadi dendam dan melahirkan lagi luka. Aku pun ingin belajar dari hari ke hari. Aku ingin menjadikan semuanya menjadi lebih baik lagi. Menjadikanmu teman berbagi, juga bagian dari segala rencana yang ingin kuwujudkan nanti.


Boy Candra | 27/04/2015

Saturday, April 11, 2015

Jika Terlalu Rindu.


Terlalu rindu seringkali menjelma hal-hal yang tidak biasa. Semisal tiba-tiba dihantui ketakutan akan kehilangan kamu yang berlebihan. Kalau sudah begini. Aku harus menenangkan diriku dengan lebih. Bahkan tak jarang, aku didatangi mimpi yang aneh. Yang membuatku menghela napas panjang saat terbangun. Sungguh, rindu kadang menjelma hal-hal yang menyeramkan. Namun, aku selalu ingin menenangkan diri. Aku paham, rindu yang tak terkendali bisa saja melukai hati. Bisa saja menjadi penyebab kesalahpahaman.  Itulah mengapa, saat aku merindukanmu, aku ingin mengatakan secepatnya. Karena dengan begitu, setidaknya, perasaanku bisa lebih tenang.  Meski rindu tak juga berkurang.

Jarak adalah satu-satunya hal yang harus kita kutuk. Namun apalah daya, kita tak pernah benar-benar bisa membuatnya seketika takluk. Aku tidak bisa berada di sampingmu saat ini juga. Saat rindu terasa semakin bergelora. Aku tak bisa menembus angin, lalu berdiri di sampingmu saat kau ingin. Kalau sudah rindu begini, aku hanya bisa mengabarimu. Atau memendam perasaanku sendiri. Dan rindu terasa semakin menyesakkan. Apalagi jika kau sibuk dengan duniamu. Kau sibuk dengan pekerjaanmu yang memang harus kau jalani pada jam tertentu. Mau tidak mau aku harus menerima. Aku tidak seharusnya menyalahkanmu. Itu bagian dari tuntutan hidupmu. Hanya saja rindu kadang membuat diri tak terkendali.

Satu hal yang aku mengerti; saat rindu sudah terlalu menumpuk di dada ini, aku hanya perlu meyakini, di sana kau juga merasakan hal yang sama. Kita hanya perlu berdoa sampai saatnya kita punya waktu berjumpa. Untuk saat ini biarkan rindu menjelma menjadi doa-doa. Menjadi energi yang menumpuk di tubuh kita. Mengajari banyak hal tentang bagaimana tabah dalam hal mencintai. Dengan begitu, kita bisa merasa lebih tenang. Percayalah, segala yang dijalani dengan tabah akan membawa kita kepada kemenangan yang indah. Tetap jaga hatimu di sana, kujaga rinduku padamu seutuhnya.

Tetaplah mengadu pada Tuhan, jika kita sudah merasa tidak tahan untuk menunda pertemuan. Sebab semua yang terasa tak akan pernah ada jika tak ada yang mengaturnya. Kita serahkan semua kepada yang mahacinta. Hanya itu yang bisa kita lakukan, saat  jarak tak bisa kita bunuh seketika. Aku ingin kau mengerti, di sini aku juga sedang berjuang sepenuh hati. Sama seperti aku percaya; di sana kau juga sedang berjuang untuk mempersiapkan segala rencana yang akan kita jalani nanti. Kalau rindu datang lagi kepada kita, menumpuk dan membuat kita merasa hampir gila. Berserahlah kepada yang mahacinta, sebab tiada cinta tanpa keinginan-nya.


Boy Candra | 11/04/2015