Friday, October 24, 2014

Menangislah jika rasanya melegakanmu walaupun itu tak berarti lagi.


Suatu hari kita pernah berada pada titik ini:

Kamu yang baru saja patah hati. Sangat merasa tersakiti oleh lelaki yang kamu cintai. Dan tidak ada hal yang ingin kamu inginkan selain tetap bersamanya. Membuat dia kembali mencintaimu. Sedangkan dia sudah memilih perempuan lain sebagai orang yang dia cintai. Bukan hanya sebagai pacar, tapi lelaki yang kau sebut kekasihmu itu telah memilih menikahi perempuan lain. Yang sebenarnya tidak lebih cantik dari dirimu.

Kau menangis sejadi-jadinya, membayangkan banyak hal yang tidak akan bisa kau lewati sendiri. Aku hanya membiarkan kamu yang menangis seperti orang kehilangan separuh hidupnya itu. Meski belum pernah ditinggal menikah oleh orang yang aku cintai, tapi setidaknya aku tahu rasanya. Aku pernah ditinggal mati oleh nenekku. Perempuan yang dari kecil merawatku, semenjak ibu memilih lebih dulu ke surga. Jadi, aku paham rasanya kehilangan.

Setelah kau kehabisan suara, barangkali air matamu juga lelah berproduksi. Kau memilih menyerah. Meski tidak mampu tersenyum. Kau bertanya kepadaku. Bagaimana cara melupakan. Bagaimana cara agar kau hidup dengan bahagia tanpa dia. Namun beberapa saat kemudian air matamu malah keluar lagi. Kau menangis sejadi-jadinya lagi. Padahal aku baru saja ingin mengatakan sesuatu.

Kau harusnya paham. Bahwa menangis tidak pernah mampu mengembalikan sesuatu (kecuali kau anak kecil yang sedang dengan ayahmu, atau ibumu, di toko mainan, atau mainanmu diambil temanmu). Namun jika kau menangis untuk sebuah perasaan, untuk seseorang yang memilih hilang, tangisanmu sungguh tidak akan mengembalikan apapun. Jangankan seseorang yang memilih hilang. Kucing betina kesayanganmu yang memilih mati sebelum memiliki anak pun, tidak akan pernah hidup lagi walau kau menangis seminggu tanpa henti. Apalagi kekasih yang memilih pergi dan memilih melupakanmu.

Hari itu, aku hanya membiarkanmu menangis, kau berhak menangis sejadi-jadinya. Meski kau tahu tangisanmu sudah tak berarti baginya. Lagi pula, apa yang bisa kulakukan untuk membuat kekasihmu yang menikah itu kembali kepadamu?


Boy Candra | 24/10/2014

3 comments:

ana bijak said...

Benar !!...sekalipun menangis darah tidak akan merubah keadaan.

RosariSesotya said...

apa yang bisa kulakukan untuk membuat kekasihmu yang menikah itu kembali kepadamu?

Berdoa agar lekas berpisah dan dateng ke resepsinya dan reqwest lagu, tenda biru. :p

Sa Nah said...

Dan saya merasakan itu sekarang -_-!