Saturday, November 23, 2013

mendua


Jika cinta datang pada hati yang sudah termiliki apakah salah?

Aku tahu ini adalah salah. Saat hatiku masih terikat kuat oleh hatimu, di saat yang sama aku terikut hati dengan orang lain. Dia yang membuatku nyaman lebih dari apa yang kau hadirkan. Sedangkan hubungan kita hanya diary yang membosankan. Kau terlalu menjenuhkan saat dia bisa membuatku merasa lebih bergairah. Kau terlalu menjemukan saat dia bisa membuat duniaku penuh bunga. Lalu kenapa kita masih saja bertahan? Kenapa aku masih saja bertahan? Aku ingin mengatakan padamu, aku masih cinta kamu. Dan harusnya kau tahu, cinta saja tak cukup untuk membuat hubungan bahagia. Aku butuh kamu di sampingku, dan saat ini hanya dia yang bisa melakukan hal itu.

Aku paham, mendua adalah dosa dari hati-hati kesepian. Mendua adalah kutukan untuk hubungan yang membosankan.  Meski kadang mendua terasa begitu lebih hidup dari apa yang kita punya. Aku punya kamu, aku punya semua yang kau katakan, tapi apa artinya jika saja aku tak pernah memiliki waktumu. Cinta juga juga butuh bersama, cinta juga butuh saat di mana sepanjang senja hanyalah kita. Cinta juga butuh waktu di mana matahari terbit adalah kita yang menikmatinya. Kita, sayang. Bukan aku dan dia. Tapi kenapa saat aku butuh seseorang di sampingku, kamu malah tak pernah ada. Yang ada hanya dia.  Seseorang yang harus kuakui, membuatku berdosa kepadamu, tapi dari sisi lain harus kukatakan padamu, berdosa dengannya ternyata lebih indah dari pada membusuk dalam kesepian darimu.

Sekali lagi aku katakan kepadamu, aku hanya cinta kamu!

Tapi harus kau sadari sayang, aku juga butuh kamu di sampingku. Memenuhi tanggung jawabmu yang selama ini diembannya. Jangan salahkan cinta jika saja kau tak cukup sanggup untuk menjalaninya, jangan salahkan aku jika saja kau tak pernah ada waktu untuk berada di sampingku. Jika ini adalah cinta yang jalang, mungkin sudah sebaiknya kita saling membuang.

Aku memilih menduakanmu bukan karena aku tak sayang kepadamu. Tapi karena kamu terlihat tak sayang dengan apa yang kau miliki. Kau yang mengabaikan aku, kau yang membuat aku telah membuat dosa padamu. Mungkin ini salahmu, mungkin juga ini dosaku, aku yang tak begitu baik untuk cinta yang tak punya waktu sepertimu. Satu hal yang harus kau tahu saat aku bersamanya, tetap saja kau yang ada di ingatanku. Meski aku ragu, kita masih bisa disebut cinta.  








Note: Dari curhat teman. 

“--waktu yang disia-siakan adalah dosa yang tak dapat dielakkan. [baca: mendua]”

3 comments:

Putri Dwi Intan Ra'uufi said...

Dan aku akan selalu memaafkan dosa yang telah dibuatnya, meski akhirnya bukan aku yang dipertahankan dan dipilihnya

Anonymous said...

Kenapa lelaki selalu kaya gitu? Kenapa ngga diputusin aja dulu baru cari yang baru?

Yulia Canserilina said...

Sekarang aku merasakan yg sama..
Ya... kenapa laki2 memilih hal itu, pdhal ia tau ini sangat menyakitkan...