Sunday, May 4, 2014

Kematian.



Aku turut berduka atas kematian kenangan kita. Tenangkanlah hatimu, percayalah: semua akan baik-baik saja. Tak usah kau pikirkan lagi. Kenangan yang telah mati akan kembali ke asalnya. Ia tak akan lagi mengikat kita. Tak akan lagi membangunkan kita di tengah malam di antara derasnya rintih hujan. Tidak akan juga datang pada tempat-tempat di mana kita pernah memanjatkan harapan. Ia kini telah mati. Perihal kematian, tak ada yang bisa kembali. Karena Tuhan tak pernah bercanda untuk sebuah nama. Kenangan kita sudah tua, selayaknya ia melipat dada. Biarlah ia pergi. Pelan-pelan kita akan kembali, berjalan menyusuri ruang-ruang sepi, melintas di antara raung-raung nyeri.

Aku tahu, kematian selalu mendatangkan sedih, juga pedih. Namun kau harus paham, semuanya akan kembali pulih seiring lelah diculik malam. Hari ini ku tanamkan kisah kita di batu nisan merah muda. Biarlah ia melapuk bersama tangis yang ditinggalkan. Lupakan segalanya. Jika tak bisa semudah kita bicara, belajarkan untuk percaya, bahkan  luka akan sembuh pada waktunya. Lepaskanlah kematian ini, karena kenangan hanya butuh ruang sunyi. Agar ia tak lagi datang menusuk relung hati.



04/05/ 2014
--boy candra.


6 comments:

Zhaty Rahmand Rahmand said...

Apa yg kamu tulis bener" sama ma kenyataan yg saya hadapin

Anonymous said...

Saya menyukainya

By dilla

Taufik Nurhakim said...

Saya suka itu ,
Semua seperti yang pernah di rasakan

Neta Fitria Ai'syah said...

Sama dgn apa yg gua rasa..
Memamg sudah sepantasnya, rasa yg telah mati dikubur, bkn diratapi, tp di doakan agar tuhan beri yg lebih baik.
Tuhan akan selalu menepati janjinya, dia tak pernah ingkar janji. Selalu ada yg terbaik untuk org2 yg selalu memperbaiki dirinya. Salam kematian :')

Ratna Sari Riady said...

Ini tentang kami,aku dan dia,yang tak kan pernah lagi menjadi 'kita' :')

WulanWoodley16 said...

Sukaaa