Thursday, May 8, 2014

Surat kepada Adik.



Apa yang kau kejar, dik? Mencintai tanpa dicintai itu terasa sakit. Dan terlebih lagi, kau mencintai dia tapi dia hanya berpura-pura mencintaimu. Kau merasakan perihal itu, namun kau tak tega melepaskannya. Sungguh malang nasibmu dik, kau tahu kau tak bahagia. Tapi kau tetap saja memaksakan semuanya. Jika kini kau terluka, siapa yang salah?

Dik, kau harus ingat kata ibu kita; kebahagiaan tak perlu kau tumpangkan kepada siapa pun. Tidak juga pada ibu! Lalu kenapa kau malah menaruh harap kepada orang yang jelas-jelas kau tahu dia hanya memberikan hal semu.

Ayolah dik. Coba berpikir jernih. Kau telah dibutakan oleh hal yang sama sekali bukan bahagiamu. Orang yang hanya akan kau sesali suatu hari nanti. Bahwa kamu telah menyia-nyiakan waktumu untuk membuat ia mengerti. Padahal kau tahu pasti, dia tak akan pernah berubah. Ia hanya berpura-pura. Dan kau juga paham betul, kebahagiaan bukanlah sebuah kepura-puraan.

Aku hanya kakak yang tak tega melihatmu terluka. Tapi, aku juga tak bisa memaksamu untuk melepaskannya. Karena seperti yang ku katakan kepadamu tadi, kebahagiaan tak pernah bisa ditumpangkan. Termasuk kepadaku, kakakmu sendiri. Bahagiakanlah dirimu, dik, dengan melepaskan yang kau tahu dia hanya berpura-pura membuatmu bahagia.





8/05/2014
Kakakmu, yang mungkin tak bisa membahagiakanmu.


Boy Candra. 

3 comments:

Sofiana Sela said...

bagus bangg.. aku suka :)
aku pembaca baru, promoin ke temen" boleh??

Utari Wijiastuti said...

ia bang ..ketika aku sudah sampai pada ttik lelah ku aku tau bagaimana hrus melepaskn

Utari Wijiastuti said...

ia bang ..ketika aku sudah sampai pada ttik lelah ku aku tau bagaimana hrus melepaskn