Monday, December 8, 2014

Mencintai membuat kita lebih baik dari hari ke hari.


Kadang aku heran denganmu. Kenapa kamu terlalu sering mengeluh? Padahal aku mencintaimu  tanpa pernah menuntut hal yang aneh. Selain, hanya ingin kamu –kita, menjadi lebih baik. Bahkan sesekali kau malah menuduhku tidak bisa mencintaimu. Sungguh, pada setiap kali kau menuduhkan itu, aku merasa teramat sedih. Bagaimana mungkin aku masih bertahan dengan orang yang tidak kucintai? Jelas, tuduhanmu tidak tepat. Buktinya aku masih ingin menemanimu. Masih ingin bersamamu. Aku masih mencintai kamu. Perasaan itu tidak pernah hilang. Dan terus bertumbuh.

Kau masih terbawa teori lama yang tak kaucerna. Bahwa cinta butuh penerimaan apa adanya. Iya, untuk hal itu aku sebenarnya setuju. Sangat setuju. Sebab, memang tidak seharusnya sepasangan kekasih yang bersama. Tapi diam-diam mereka membenci kekurangan masing-masing. Tidak bisa menerima. Dan bahkan mungkin ada yang sampai menceritakan kelemahan pasangan kepada orang lain. Kalau sudah begitu, buat apalagi bersama?

Untunglah kau hanya mengeluhkan itu kepadaku. Aku tahu, kau memang perempuan yang tidak begitu pintar memasak. Itu tidak masalah sebenarnya, karena aku sesekali bisa membantumu memasak. Dan tentu, jika kau mau, kau akan kuajarkan. Dulu, ibu dan nenekku sering mengajari aku memasak. Mungkin karena aku anak satu-satunya waktu itu, meski lelaki, mereka tidak peduli. Memasak bukan lambang dari perempuan, tapi lambang kemandirian. Namun kadang kau mengeluh, saat ternyata hasil masakanmu tidak enak. Meski aku akan selalu berusaha memakannya. Tidak ada masalah, setidaknya masakanmu hanya kurang garam. Kita bisa tambahkan garam ulang. Aku sudah senang, kau mau belajar memasak.

Aku juga minta maaf padamu. Kadang aku juga tidak bisa sepenuhnya menjadi seseorang yang selalu bersamamu. Pekerjaanku kadang memang kujadikan nomor satu dari segalanya. Apalagi kalau musim deadline. Aku tahu, kadang kau kesal. Namun setidaknya aku bersyukur, kau masih bisa tenang menghadapiku. Meski sesekali kau mengeluhkan kekuranganku. Sebenarnya dari lama aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu. Kesinilah, duduk dekatku.

Begini, cinta: mari kita terima kelebihan masing-masing. Lalu, berusaha memperbaiki kekurangan kita. Saling mengingatkan. Saling mengatakan dengan baik, bahwa apa saja yang belum baik, yang masih kau dan aku lakukan, hendaklah kita perbaiki sama-sama. Percayalah, cinta. Sesungguhnya, kita tidak perlu menerima kekurangan dengan tetap membiarkannya menjadi kekurangan. Yang kita butuhkan, adalah memahami kekurangan masing-masing, lalu sama-sama, dengan sepenuh hati, saling memperbaiki diri. Agar cinta kita tumbuh menjadi cinta yang lebih baik. Bukan cinta yang diam di tempat, bukan cinta yang tidak berkembang. Mari kita saling memahami; bahwa mencinta seseorang, selalu membuat kau dan aku menjadi lebih baik, dari hari ke hari.


Boy Candra | 08/12/2014

2 comments:

ayugett said...

Keren bang.. Inii bru cintaa :)

tyas ayutyas said...

Dewasa sekali bang