Friday, November 13, 2015

Sekilas Tentang Buku Satu Hari Di 2018

Ini adalah buku keenam saya yang akan terbit bulan ini -november 2015. Buku ini saya tulis akhir tahun lalu, sejalan dengan patah hati waktu itu. Saya tidak mau menjanjikan apa pun untuk kamu dalam buku ini, satu yang pasti buku ini saya tulis dengan perasaan sedih.


Sekilas isi kutipan buku 'Satu Hari Di 2018'.  

“Kalau cinta tidak harus memiliki, kenapa kau harus mencintai?”

Perasaan itu tetap saja ada. Meski berkali-kali aku melupakannya. Berkali-kali lipat pula ia tumbuh. Apakah kau tidak pernah merasakan hal yang sama? Sementara dulu, seringkali kita tanpa disengaja sama-sama ingin menelepon, sama-sama ingin mengucapkan rindu yang sama. Apakah semudah itu bagi lelaki untuk melupakan? Apa kau tidak pernah tahu bahwa perempuan seringkali begitu sulit lepas dari kenangan. Lalu, sudah matikah hatimu pada janji-janji yang kau katakan padaku?

Beberapa orang tak akan percaya, bahwa kenyataan kadang terlalu sakit baginya. –hal yang menjadi alasan menulis cerita-cerita di buku ini.

*** 

Buku ini dijadwalkan pre-order mulai 20 november 2015, dan hanya ada 400 buku edisi bertanda tangan penulis dijual di toko buku online yang sudah ditentukan (info lengkap menyusul). Untuk edar di toko buku direncanakan awal desember 2015.

Selamat menanti!


Salam,

BOY CANDRA


6 comments:

firdha tias said...

Ditunggu bang bukunya😊😊

firdha tias said...

Ditunggu bang bukunya😊😊

Sitti Khansa Nabila said...

Ditunggu bukunya;)

Sitti Khansa Nabila said...
This comment has been removed by the author.
andi sabaryadie said...

Keren bingit nih buku seperti nya, dari buku yg pertama hingga yg terakhir ini, dari lahirnya buku yg pertama hingga kini, cuma sebatas bisa memantau aja nih, huft, karna mungkin target sasaran nya adalah di dominasi oleh kaum hawa kali ya,, jadi minder buat beli ke toko buku nya, akan tetapi sllalu dirindukan dari setiap kehadiran nya,,

SAIYAN MAJID ANNADAWY said...

ditunggu ya bang bukunya, yg akan semakin banyak kata-kata yg bisa buat baper...
ex: Rifda Sahla Rizkiah