Saturday, January 7, 2017

Menulis dan Menerbitkan Karya

Kalau apa yang kamu tulis, tidak ada yang mau menerbitkan. Menulis sajalah terus. Berlatihlah terus. Konsep menulis sesungguhnya hanyalah kegiatan menulis saja. Urusan menerbitkan karya adalah tahap yang lain. Jika hari ini tidak ada satu media koran, majalah, penerbit, atau apa pun yang bersedia menerbitkan karyamu. Terus sajalah menulis. Jika kamu memang cinta akan kegiatan itu. Latih terus kemampuan menulismu. Kumpulkan terus hasil tulisanmu. Sesungguhnya, tulisan yang selesai ditulis adalah 'tabungan', biarlah dia terkumpul lebih dulu. 

 Jangan cepat menyerah. Percayalah, setiap tulisan, sama seperti manusia, sudah ada jodohnya. Setiap naskah, pun begitu, akan selalu ada pembacanya. Hanya saja, ada manusia yang harus berbenah diri dulu baru menemukan jodohnya. Sama seperti naskah, ada yang harus diperbaiki dulu baru ada jodohnya, baru ada media yang menerbitkannya. 

 Dan, sesungguhnya, di era digital menerbitkan tulisan tidak sesulit zaman dulu. Ada banyak sekali media sosial, blog, website, dan semacamnya yang bisa kamu gunakan menerbitkan karyamu. Bahkan, kamu bisa menerbitkan tulisanmu setiap hari, jika mampu menulis setiap jam, bahkan lebih cepat dari itu, kamu bisa menerbitkan di media sosial. Lihatlah, banyak sekali penulis yang tumbuh bermula dari gerakan gerilya di media sosial. 

Jangan cepat patah semangat saat naskah dan tulisanmu ditolak penerbit. Bacalah kisah-kisah penulis besar di dunia, ada banyak sekali artikel semacam itu di internet, mereka tidak lantas seperti sekarang yang kita lihat saja. Ada yang bahkan ditolak puluhan kali. Tapi mereka tidak pernah mundur dan berhenti. Mereka terus maju. 

Menjadi penulis bukan sekadar untuk terlihat keren. Dan diterbitkan karya, lantas terkenal dengan cepat begitu saja. Menjadi penulis adalah proses panjang ---yang harus belajar seumur hidup. Jika hari ini kamu masih mendapat penolakan, tetaplah maju. Jika memang kamu mencintai kegiatan menulis. Jangan lupa manfaatkan media sosial. 

Hari ini, media sosial sudah sangat gampang dikelola. Dan secara nyata, kamu sudah punya media sendiri untuk memperkenalkan tulisan-tulisanmu. Tetaplah tekun, jika niatmu memang untuk menjadi penulis adalah niat yang sungguh-sungguh, seharusnya kamu adalah orang yang tangguh. Maju terus. Menulis terus. Hingga nanti kamu yang dicari-cari, tulisanmu yang dinanti-nanti. 

Semangat, teman-temanku yang awal tahun mulai menulis. 


Salam dari temanmu. 
Boy Candra, penulis muda Indonesia 
penulis pemula Indonesia.

21 comments:

Randi Pramudita said...

Makasih kak, infonya keren...

Dadang H Sucipto said...

Amin...

Dadang H Sucipto said...

Amin...

srimaay said...

Saat ini aku juga dalam ketangguhanku dalam menulis. Terima kasih boy candra :)

srimaay said...

Saat ini aku juga dalam ketangguhanku dalam menulis. Terima kasih boy candra :)

srimaay said...

Saat ini aku juga dalam ketangguhanku dalam menulis. Terima kasih boy candra :)

ria anggara said...

Sekarang aku sudah memilik seorang motivasi untuk tetap menulis. Seorang yang membuatku tak pernah lelah untuk menulis. Ia yang membuatku ingin menjadi penulis seperti dirinya. Boy Candra

Una Foxs said...

Menulis, kenapa setiap belajar menulis sesuatu kita harus "sendiri"? dan kenapa orang yang baru belajar menulis, kalimat yang akan kita tulis selalu berputar-putar disitu-situ saja :(

Fitriaa 0107 said...

Tidak akan berputar2 kalau kakak memiliki imajinasi. Semua orang pasti memiliki imajinasi. Tidak ada imajinasi tinggi, rendah / biasa2 saja. Yang sebenernya ada itu pemikiran mereka tidak sama dg kita kk. Maaf, jd pnjang lebar

Haruka said...

Sip gan

mohammad ryan said...

mantap sekali motivasinya uda

Ikke nursafitri56IN said...

aamiin :)

Indra said...

Setuju... Nulis terus... Pasti ada yg baca...

Ga perlu ada yg nerbitkan jg ga masalah... Buat blog (wordpress / blogspot) jg udh ada yg baca kok... terlebih jika punya nama web pribadi... Mmmmm.. Keren

Spam kan di fb, line, ntr jg lama2 bnyk yg baca...

Good luck

Patricia Dian said...

Terima kasih uda sudah menginspirasi, harus diakui bahwa uda Boy Candra adalah satu itu penulis yang menggerakkan hatiku untuk terus belajar menulis

Rizky alfiansyah (Qnoy nevagrind) said...

jadi tambah semangat bagi bagi artikel dan sebuah usaha bikin novel. makasih uda boy banyak membantu nih.... ralnovelis.blogspot.com

Myla Vabrilla said...

sangat menginspirasi. trims

Mulianimul mul said...

Kalimat-kalimatnya penuh penyemangat.trimakasih kak

Siti Nurmala Sari said...

Kamu adalah inspirasi ku๐Ÿ˜

Lia pratika said...

Sangat menginspirasi๐Ÿ˜

rahmatul khairanti said...

Aku menulis bukan untuk kamu,dia ataupun mereka. Aku menulis untuk dirikusendiri. Ketika apa yang ada dalam pikiran tidak bisa kusuarakan, maka cukuplah tulisan yang membuktikan bahwa aku juga ingin dianggap ada. @motifasi menulis ala diri sendiri, ,,๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

rahmatul khairanti said...

Aku menulis bukan untuk kamu,dia ataupun mereka. Aku menulis untuk dirikusendiri. Ketika apa yang ada dalam pikiran tidak bisa kusuarakan, maka cukuplah tulisan yang membuktikan bahwa aku juga ingin dianggap ada. @motifasi menulis ala diri sendiri, ,,๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚