Tuesday, November 17, 2015

Masa Penjualan Khusus Edisi bertdd buku Satu Hari Di 2018




Halo teman-teman pembaca, kali ini saya mau mengabari info perihal pemesan buku kumcer romance terbaru saya, ‘Satu Hari Di 2018’ terbitan Media Kita.

“Sebab Akhirnya Aku Yang Harus Membuatmu Patah Hati.”



Perasaan itu tetap saja ada. Meski berkali-kali aku melupakannya. Berkali-kali lipat pula ia tumbuh. Apakah kau tidak pernah merasakan hal yang sama? Sementara dulu, seringkali kita tanpa disengaja sama-sama ingin menelepon, sama-sama ingin mengucapkan rindu yang sama. Apakah semudah itu bagi lelaki untuk melupakan? Apa kau tidak pernah tahu bahwa perempuan seringkali begitu sulit lepas dari kenangan. Lalu, sudah matikah hatimu pada janji-janji yang kau katakan padaku?
Buku “Satu Hari Di 2018” edisi khusus –bertanda tangan penulis- ini hanya tersedia 400 buku se Indonesia. Pastikan kamu menjadi pemilik salah satu di antaranya. Karena itu, usahakan menjadi pemesan pertama –sampai pada pemesan ke 400. Setelah itu, kamu akan mendapat buku edisi non ttd. Pemesanan buku ini dimulai tanggal 20 november 2015, pukul 00:00 Wib –hingga 30 november 2015. Dan hanya bisa dipesan di toko buku berikut:
1: @bukubukularis website: www.bukubukularis.com
2: @buku_plus website : www.buku-plus.com
3. @republikfiksi website: www.republikfiksi.com
4. @bukabuku website: www.bukabuku.com
5. @bukukita website: www.bukukita.com
Ingat, pastikan kamu menjadi pemesan pertama –hingga pemesan ke 400, untuk mendapatkan edisi khusus bertanda tangan penulis.

Selamat rebutan, semoga kebagian!

Catatan: buku ‘Satu Hari 2018’ diperkirakan edar di toko buku sekitar bulan desember 2015.

Salam,

Boy Candra



Seseorang Yang Masih Mencemaskanmu






Sejak sore kemarin debar dadaku terasa tak menentu. Aku merasa cemas namun tak mengerti apa yang sedang kucemaskan. Andai bisa memilih suasana hati, aku ingin merasakan hal yang tenang saja. Bukan merasakan perihal seperti ini. Di dalam pikiranku tak pernah lepas dari pertanyaan bagaimana keadaanmu di  sana? Apakah semuanya baik-baik saja? Apakah semuanya masih menjadi seperti seharusnya? Aku benar-benar tidak bisa tenang, meski aku telah mencoba untuk tidak peduli. Namun perasaan di hati tak bisa kubohongi. Aku seolah tak mampu mengendalikan diriku.

Namun aku sadar kau sedang berusaha menjauhiku. Kau sedang belajar melupakan hal-hal yang selalu kita ingat. Kau sedang belajar membunuh perasaan yang tetap bertahan hidup di hatimu. Kau sedang mengkhianati dirimu sendiri. Mencoba menyangkal hal-hal yang masih membenam di dadamu. Aku tahu siapa kamu, aku merasakan sedih yang menggelayuti matamu. Kau mengorbankan dirimu untuk sesuatu yang kau anggap balas jasa. Padahal kau sebenarnya tahu balas jasa tidak selalu harus begitu. Maafkan aku yang juga tak pernah bisa melupakanmu. Seseorang yang masih saja mencemaskan keadaanmu.

Aku bahkan tak pernah bisa merelakanmu. Akulah seseorang yang tak ikhlas kau bersama orang lain. Sebab aku tahu perasaanmu dan perasaanku bukan hal yang harus dikorbankan. Namun, kau terlalu cepat menyerah. Katamu, kau tak sekuat aku menghadapi hidup. Semantara kau belum menjalani sepenuhnya bersamaku. Bagaimana mungkin kau menyangkal hal-hal yang dulu kau percaya. Aku mengenal siapa kamu. Kau bukan seseorang yang lemah seperti itu. Hanya saja beberapa hal di dunia ini memang terlihat menakutkan, dan kau mungkin ketakutan akan hal itu.

Aku akan berusaha untuk terlihat baik-baik saja, kekasih. Rasa sedih ini biarlah kutenangkan dengan segala hal pedih. Aku hanya sedang mencemaskanmu. Aku sungguh tidak bisa membayangkan kau menjadi orang yang tidak kucintai lagi. Sudah terlalu dalam perasaan yang kita tanam. Sudah tumbuh dan rimbun hingga aku tak tahu cara yang baik untuk mencabutnya. Aku tak yakin bisa menenangkan diri jika kau benar-benar lepas pergi. Andai bisa memilih, aku lebih suka berdebat denganmu. Perihal siapa yang benar dan salah di antara kita. Aku sungguh tidak suka tidak mendapati  apa pun kabarmu. Semuanya terasa lebih menyakitkan, saat kau mencoba benar-benar menghilang. Sementara kita tahu, kau dan aku masih saling menyimpan diri dalam ruang hati. Percuma kita saling bunuh, jika setiap tusuk pisau dan angin di dada selalu mampu membuat rindu baru tumbuh.

Boy Candra | 17/11/2015


Monday, November 16, 2015

Sebuah Usaha Menulis Buku Puisi Untukmu





Beberapa bulan lalu aku bertemu dengan salah satu editor dari penerbit  yang menerbitkan buku-bukuku. Kami duduk berdua menghabiskan petang hari dengan kopi dan berbagi cerita. Entah sebab apa, kami seperti dua orang yang sudah kenal lama. Begitu akrab. Dan aku bahkan tidak segan mengatakan apa saja yang sedangku rencanakan. Beberapa di antaranya, perihal buku baruku yang akan terbit, dan draf buku puisi yang sudah kusiapkan dari tahun lalu (bagian ini kau tahu persis bagaimana usaha kerasku). Aku dengan sepenuh hati menceritakan kepadanya, betapa aku ingin sekali menghadiahimu  nanti. Editor itu tersenyum,  aku memperlihatkan beberapa puisi yang sudah kutulis. Dia memintaku segera menyelesaikan draf buku puisi itu. 

Aku bersemangat, seperti yang pernah kuceritakan kepadamu. Menerbitkan buku puisi adalah salah satu impian besarku. Aku membutuhkan waktu hampir setahun untuk menulisnya, dan tidak kurang dua bulan untuk menyuntingnya kembali menjadi satu draf buku puisi utuh. Draf buku puisi yang akhir bulan lalu kukirim ke editorku. Dan kabar baiknya, editor dan penerbitku tertarik untuk menerbitkan buku puisi itu. Kau tahu? Satu impian besar bagiku itu mulai terasa semakin dekat. Dan betapa aku bahagia akan semua itu. Namun aku sedih, kita sekarang terasa semakin jauh. Meski di hatiku kau tetap saja seseorang yang kucintai dengan utuh.

Seperti yang pernah kuceritakan kepadamu. Suatu hari nanti, puisi-puisi akan menjelma rindu. Akan menjelma rasa kangen akan pelukmu. Akan menjelma keinginan bertemu dan menghabiskan malam bersamamu. Lalu, seperti biasa, kau akan memintaku membacakan beberapa puisi untukmu, sebelum kau tertidur  di pelukku. Hari itu kita akan mengenang banyak hal yang terjadi di kota ini. Perihal yang telah kita usahakan sepenuh jiwa, sebanyak-banyaknya doa. Sepanjang petang kita akan berkeliling kota. Mengingat hal-hal yang membenam dalam jiwa. Melupakan segala sesuatu yang sempat diberi nama luka.

Aku mencintaimu, kekasihku. Perasaan yang tak pernah terhapus. Dalam puisi-puisi kutenggelamkan diri. Berharap abadi meski beberapa berupa perasaan sedih dan nyeri. Kelak, jika buku puisi ini lahir. Percayalah, itu hanya sebagian kecil yang membuktikan cintaku padamu tak pernah berakhir. Barangkali akan memaksa pulang padaku, atau membuatmu semakin menjauh dari tubuhku. Namun satu yang pasti, bagaimana pun kau mencoba menjauh pergi, perasaan yang tumbuh di hatimu bukanlah sesuatu yang bisa kau bunuh mati. Sebab, cintaku padamu akan tumbuh berkali-kali. Menjelma menjadi udara pagi, menjadi terik tengah hari, atau petang hari. Seperti mata yang tenang menunggu sesuatu yang seharusnya pulang. Akan sesak dadamu jika yang datang hanyalah aku sebagai kenang. 

Boy Candra | 16/11/2015

Friday, November 13, 2015

Sekilas Tentang Buku Satu Hari Di 2018

Ini adalah buku keenam saya yang akan terbit bulan ini -november 2015. Buku ini saya tulis akhir tahun lalu, sejalan dengan patah hati waktu itu. Saya tidak mau menjanjikan apa pun untuk kamu dalam buku ini, satu yang pasti buku ini saya tulis dengan perasaan sedih.


Sekilas isi kutipan buku 'Satu Hari Di 2018'.  

“Kalau cinta tidak harus memiliki, kenapa kau harus mencintai?”

Perasaan itu tetap saja ada. Meski berkali-kali aku melupakannya. Berkali-kali lipat pula ia tumbuh. Apakah kau tidak pernah merasakan hal yang sama? Sementara dulu, seringkali kita tanpa disengaja sama-sama ingin menelepon, sama-sama ingin mengucapkan rindu yang sama. Apakah semudah itu bagi lelaki untuk melupakan? Apa kau tidak pernah tahu bahwa perempuan seringkali begitu sulit lepas dari kenangan. Lalu, sudah matikah hatimu pada janji-janji yang kau katakan padaku?

Beberapa orang tak akan percaya, bahwa kenyataan kadang terlalu sakit baginya. –hal yang menjadi alasan menulis cerita-cerita di buku ini.

*** 

Buku ini dijadwalkan pre-order mulai 20 november 2015, dan hanya ada 400 buku edisi bertanda tangan penulis dijual di toko buku online yang sudah ditentukan (info lengkap menyusul). Untuk edar di toko buku direncanakan awal desember 2015.

Selamat menanti!


Salam,

BOY CANDRA


Friday, September 11, 2015

Proses Kreatif Novel Sepasang Kekasih Yang Belum Bertemu.







Di era digital saat ini cinta bisa jatuh melalui apa saja. Tak jarang sepasang remaja (bahkan orang dewasa) memilih menginkat komitmen sebagai sepasang kekasih, padahal mereka hanya bertemu di media sosial –belum pernah bertemu di dunia nyata. Fenomena inilah yang awalnya menjadi ide awal ditulisnya draf ‘sepasang kekasih yang belum bertemu’ lebih dari setahun yang lalu.

Draf novel ini melalui perjalanan yang cukup panjang. Sebab, ini adalah naskah yang saya ajukan jauh sebelum buku ‘catatan pendek dan cinta yang panjang’ diajukan, bahkan sudah saya ajukan ke editor saya, sebelum naskah buku ‘senja, hujan, dan cerita yang telah usai’ saya tulis. (Kalau yang belum tahu dua buku yang saya sebutkan, itu dua buku terakhir saya yang diterbitkan).

Proses awal menulis draf ‘sepasang kekasih yang belum bertemu’ ini lumayan lancar. Kebetulan saya menulisnya setelah ‘jalan-jalan’ ke pulau Sikuai –di Sumatra Barat – yang akhirnya menjadi salah satu setting cerita. Namun agak panjang waktu yang dihabiskan untuk masa tunggu. Lebih dari satu tahun. (Jadi penulis harus sabar!)

Di novel ‘sepasang kekasih yang belum bertemu’ semua kisahya adalah kisah fiksi. Meski beberapa nama adalah nama orang-orang yang ada di sekitar saya. Itu pun ditulis menjadi nama tokoh atas permintaan mereka. Dan, mungkin saja kamu akan menemukan hal yang terkesan nyata, tapi sungguh itu hanya fiksi belaka. Saya menuliskannya untuk penguat cerita saja.

Secara keseluruhan cerita yang ada di novel ‘sepasang kekasih yang belum bertemu’ ini adalah cerita yang ringan. Yang tanpa kita sadari, banyak orang mengalami hal yang sama. Kenal di media social, lalu merasa nyaman, dan tumbuhlah perasaan yang sulit dijelaskan. Namun terasa membahagiakan. Meski akhirnya mungkin sebagian menjadi kenangan yang menyakitkan. Tidak mengapa, itu proses pendewasaan.

Bukankah zaman sekarang apa saja menjadi mungkin? Pertanyaan ini sebenarnya saya coba jawab dengan menulis novel ‘sepasang kekasih yang belum bertemu’. Sebab, percaya atau tidak, bagi orang yang percaya akan cinta selalu ada hal-hal yang bisa dinikmati meski terkadang di luar logika kebanyakan orang lain.

Terakhir pada catatan virtual blog tour novel ‘sepasang kekasih’ ini, saya ingin menyampaikan, beberapa tempat yang menjadi setting cerita belum pernah saya datangi sama sekali. Saya hanya mendengar dari teman saya yang tinggal/pernah kesana, juga melihat foto dan video, semisal setting Aceh pada bagian akhir cerita. Jadi, saya hanya menulis dari sudut pandang imajinasi yang saya gabungkan dengan hasil riset saya. Ini juga tantangan untuk diri saya sendiri, sebab untuk menulis suatu tempat, kita bisa mengirim jiwa kita kesana, sebelum menuliskannya. Tanpa harus mengirim raga kita ke sana.

Tidak banyak yang ingin saya sampaikan mengenai proses kreatif penulisan novel ‘sepasang kekasih’, saya lebih suka kalau teman-teman pembaca yang memberi penilaian nantinya. Selamat membaca, semoga terhibur!



Salam,

Boy Candra

Friday, August 28, 2015

Info Pre-Order Novel Sepasang Kekasih Yang Belum Bertemu.






·     Pre-order #SepasangKekasih dibuka tanggal 29 Agustus (00.01 WIB) sampai dengan 6 September 2015 (ditutup pukul 23.59 WIB)
·     300 pembeli pertama mendapatkan buku #SepasangKekasih pre order edisi tandatangan asli Penulis  dan bonus magnet stiker,
200 pembeli berikutnya mendapatkan edisi bertandatangan non bonus, selebihnya mendapatkan edisi non ttd dan non bonus.

Hanya ada dua toko buku online untuk pemesanan khusus ini:

1.      @Bukabuku (http://www.bukabuku.com/ ) Kontak: SMS/WA: 089-888-999-50. PIN BB: 5330-3675. LINE: bukabuku.

2.      @buku-plus ( http://www.buku-plus.com/ )  Kontak: PIN BB 27C4D7F8 Line  SMS/WA 0896 2851 9266

Selamat belanja buku #SepasangKekasih!


Novel Sepasang Kekasih yang Belum Bertemu.

Halo teman-teman pembaca, kali ini saya mau kasih kabar perihal kelahiran buku kelima saya. Silakan simak di bawah ini, ya.



Judul               : Sepasang Kekasih Yang Belum Bertemu.
Penulis            : Boy Candra
Penerbit          : media kita
Kategori          : Novel Fiksi
Tebal               : 220 halaman.
Rencana Terbit: September 2015

    


Sinopsis:

"Ada banyak hal yang tak pernah kuceritakan kepadamu, perihal betapa sakitnya masa lalu yang pernah singgah di dada. Bukan karena apa-apa, bagiku menceritakan masa lalu hanyalah akan membuatmu merasa aku masih berharap padanya. Padahal tidak. Semenjak memilih untuk menjadi bagian dari hidupmu, aku sudah mengikhlaskan dia selamanya. Meski kami berakhir bukan karena ingin aku dan dia. Namun, ada hal yang tak dapat kami tembus. Nanti akan kuceritakan perihal itu kepadamu, nanti pasti akan kuceritakan.

Kali ini aku hanya ingin meyakinkan kamu lagi, bahwa cinta kita memang tak pernah  salah. Meski tak banyak orang yang bisa menjalani hubungan begini. Namun, kepadamu, Wulan Sari,  aku telah jatuh hati sedalam ini. Dan, aku ingin kamu menjaga hatiku yang jatuh agar tumbuh dan utuh bersama hatimu."

“Bagaimana mungkin kamu bisa menyebutnya cinta, padahal kalian belum pernah bertemu?” Pertanyaan itu memang tak pernah bisa kujawab kepada teman-temanku. Namun, tahukah kamu, sungguh aku ingin meneriakkan ke telinga mereka. “kalian terlalu sempit mengartikan cinta.” Mereka terlalu sempit mengartikan apa yang kita rasa.

***


Novel ini sudah bisa dipesan PRE-ORDER mulai 29 Agustus – 6 September 2015  di toko buku online kesayangan kamu, diperkirakan masuk toko buku sekitar pertengahan september 2015.


Salam,

Boy Candra